TRIBUN-VIDEO.COM - Iran melontarkan kritik keras kembali kepada kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dalam sebuah rilis resmi oleh kantor berita IRNA. Ia menilai AS tengah memaksakan 'hukum rimba' dalam menjalankan hubungan Internasionalnya. AS seringkali melanggar hukum-hukum internasional. Araghchi menyoroti tindakan AS yang gemar memberikan sanksi kepada negara lain untuk kepentingan agenda politiknya. Sanksi tersebut digunakan sebagai senjata memaksa negara agar tunduk kepada AS. Araghchi menilai hal ini dapat merusak stabilitas global. Bahkan kebijakan itu dapat melanggar kedaulatan negara. "Mereka mencoba memaksa negara-negara berdaulat untuk mengikuti kebijakan mereka tanpa mempedulikan kepentingan nasional negara tersebut maupun aturan hukum yang berlaku secara global," lanjutnya. Tindakan AS dinilai sebagai bentuk "terorisme ekonomi" yang melanggar hak asasi manusia. Araghchi menilai AS seakan sengaja menciptakan hambatan perdagangan internasional. Tujuannya agar AS tetap bisa memegang kendali penuh atas sistem keuangan dan politik di dunia tanpa tandingan. Araghchi kemudian mengajak komunitas internasional untuk bersatu melawan kebijakan unilateralisme AS. "Sudah saatnya dunia menolak paksaan ini. Hukum internasional harus ditegakkan kembali di atas kepentingan sempit satu negara," tutup Araghchi.(Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Araghchi Sebut AS Sedang Terapkan Hukum Rimba: Buat Negara-negara Melawannya, https://www.tribunnews.com/internasional/7788659/araghchi-sebut-as-sedang-terapkan-hukum-rimba-buat-negara-negara-melawannya?page=all&s=paging_new. Program: Live Update Host: Nurma Aisyah Editor Video: Rifqi Khusain Video Production: Magang Drajad Dewa Arifta Widi Uploader: ==========

IRANAMERIKA SERIKATASDONALD TRUMPHUKUM RIMBASANKSIPENGANCAMANUNILATERALISMEPOLITIK GLOBALHUBUNGAN INTERNASIONALTERORISME EKONOMIBERITA INTERNASIONALAbbas Araghchi