Dalam melabuhi bahtera kehidupan untuk terjalinnya kebaikan di dunia dan akhirat, haruslah menjadi umat muslim yang senantiasa memancarkan kebaikan. Berhijrah merupakan kewajiban umat muslim untuk selalu memacu hidupnya menuju jalan lurus yang penuh kebaikan. Hijrah mengandung arti meninggalkan suatu perbuatan, perpindahan atau meninggalkan suatu daerah menuju ke daerah lain. Hijrah Rasulullah memiliki banyak nilai kehidupan karena kegigihan Rasulullah yang luar biasa dalam menyebarkan agama islam. Maka pentingnya hijrah dalam menemani langkah roda kehidupan untuk selalu menjadi muslim yang terus berlomba dalam berbuat kebaikan. Hijrah Nabi Muhammad SAW dilakukan pada tahun 622 M dari Makkah menuju Madinah dan terdapat kisah menakjubkan. Rasulullah mendapatkan tantangan dan ancaman besar dari kaum kafir, namun Beliau tidak mudah untuk tergoyahkan semangat dakwahnya. Nabi Muhammad SAW telah berdakwah di Mekkah menyebarkan agama islam untuk menunjukkan jalan lurus. Awalnya Rasulullah SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi kemudian Syiar Islam dilakukan secara terang-terangan. Karena semakin meluasnya ajaran Rasulullah, kaum kafir Quraisy semakin geram dan jenuh akan bannyaknya pengikut Rasulullah. Maka dengan segala kemampuannya kaum kafir tersebut menghalalkan segala cara untuk merusak dakwah Rasulullah SAW Kaum Quraisy senantiasa mengancam dan mengintimidasi Rasulullah SAW. Terlebih ancaman semakin menghantui disaat hari duka Nabi Muhammad SAW. Beliau ditinggalkan oleh istinya Siti Khadijah, paman Nabi (Abu Thalib) wafat dan mereka berdua merupakan pembela dan motivator Rasulullah. Hal tersebut merupakan tahun duka cita bagi Rasulullah SAW. Setelah melewati hari duka cita Allah SWT memberikan peristiwa yang luar biasa kepada Rasulullah SAW. Yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj dimana Allah memerintahkan kelak hamba-hambaNya untuk melaksanakan sholat 5 waktu. Mendapatkan amanah dari Allah membuat Nabi melanjutkan dakwahnya di Mekkah, lantas kaum Quraisy semakin geram dan semakin bertindak jahat kepada Beliau. Mereka tak segan-segan menuduh bahwa Rasulullah SAW telah berbohong atas peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut, berbagai desakan semakin beragam menggagalkan dakwah Rasulullah Disaat gencar-gencarnya kaum kafir Quraisy menghancurkan dakwah Rasulullah SAW, datanglah sejumlah orang dari Madinah dan menemui Nabi. Mereka menemui Rasulullah SAW di bukit Aqaba, dan mereka memeluk agama islam, peristiwa tersebut dikenal dengan Bai’at Aqaba I. Beberapa tahun kemudian datang kembali yaitu Suku Aus dan Khazraj dari Madinah menuju Mekkah untuk naik haji. Mereka menemui Rasulullah dan mengajaknya agar berhijrah ke Madinah. Suku Aus dan Khazraj memiliki niat baik dengan menemui Rasulullah yakni mereka siap untuk membela dan melindungi Nabi serta pengikutnya. Peristiwa berikut dikenal dengan Bai’at Aqaba II, betapa mulianya dan sayangnya mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan siap siaga mereka melindungi Rasulullah dari ancaman apapun baik dari kaum kafir Quraisy atau kafir lainnya. Dengan kejahatannya kaum kafir Quraisy memboikot Nabi Muhammad dan para pengikutnya dengan mereka melarang setiap perdagangan dan bisnis dengan pengikut Rasulullah. Mereka juga dlarang untuk menikah dengan kaum muslimin , bergaul, dan disuruh untuk mendukung memusuhi Nabi. Hal tersebut membuat kondisi kaum muslimin di Mekkah semakin terdesak, atas izin Allah Nabi Muhammad memutuskan untuk berhijrah ke Madinah. Dengan segala upaya untuk menyelamatkan kaum muslimin, mereka pun berhijrah secara sembunyi agar tidak diketahui oleh kaum kafir Quraisy. #nabimuhammadsaw #rasulullah #hijrah #kisahislami